Friday, 18 September 2009 23:28
administrator
Artikel Bebas
Fatwa HARAM ME.U
“Beli Pakaian Baru pada Hari Raya Idul Fitri 1430 (TH 2009)”
Fatwa Haram ME (saya) lebaran Tahun ini haram bagiku untuk belanja baju Baru.
Dan Fatwa Haram U (Kamu) terserah-serah dirimu.
Sudah lebih dari 13 (lebihnya cukup banyak lho) kalau umur akil baliqku dihitung mulai dari umur 17 tahun. Kalau dihitung dari pertama kali mimpi basah wah ya sudah lebih lama lagi.. (he..he..) maklumlah efek dari informasi bebas. Perkembangan tubuhku sudah tidak banyak sehingga 3 tahun terakhir ini hampir semua ukuran baju, celana dll tetap. Jadi untuk apa aku membeli baju lagi, entoh masik banyak stok bajuku dilemari. Lebih dari cukup untuk aku bermalas mencucinya seminggu sekali atau bahkan 1 bulan sekali, tapi tentu khusus dalaman tetap harus kucuci seminggu sekali (he..he..), itupun kalau mau hidup sehat terhindar dari penyakit kulit selangkangan. Kalaupun malas dan tidak menganggap penyakit itu membahayakan bagi kesehatan fisik lebih-lebih hati berarti semakin tidak masalah toh masih banyak penyakit laine yang lebih ganas dan membahayakan psikologis mentalku, yang seringkali lolos masuk ke dalam jiwaku tanpa sempat aku mencucinya.
Read more...
Monday, 07 September 2009 07:04
admin
Gagasan
Ekonomi Syariah atau Ekonomi Akhlak
Beberapa tahun silam, saya dan beberapa kawan menumpang kereta dari Yogyakarta ke Solo untuk menjenguk seorang kawan lain yang sedang dirawat di rumah sakit. Uang saku kami: pas-pasan. Kami tiba di rumah sakit saat malam telah turun. Setelah beberapa saat ngobrol dan istirahat secukupnya untuk melenyapkan penat, kami pamit mohon diri kembali ke Yogya. Lapar? Ya. Tapi untuk makan malam, tunggu dulu. Sebelum makan, kami menghitung uang, membuat kalkulasi sederhana untuk menjamin bahwa uang kami cukup membawa kami berlima pulang ke Jogja. Hasilnya, dana makan malam 2500 per orang. Maka, kami memilih alternatif warung tenda di depan rumah sakit. Salah seorang kawan bertanya kepada pemilik warung berapa harga satu porsi makan?
Kami menunggu angka yang keluar dari mulut pemilik warung dengan cemas, khawatir jika aung kami tidak cukup. Tapi, jawaban yang didapat sungguh mengejutkan. “ Sudah Mas, makan dulu! Kalau uangnya kurang, dibayar besok ndak apa-apa.” “Rumah kami Jogja Bu,” tukas Kawan saya. “ Ndak apa-apa. Nanti dibayar kalau ke Solo lagi.” Menakjubkan.
Read more...
Thursday, 27 August 2009 07:19
admin
Gagasan
Shalawat Tuhan
Oleh Mas Kumitir
Bismillah. Alhamdulillah. Dengan Nama Allah, Segala Puji Bagi Allah, Alam-alam ini semua adalah Nama Allah. Dan seluruh hal dalam ribuan dunia dan akhirat ini senantiasa memuji Allah.
Dalang
Alkisah, Pak Dalang datang ke kenduri memainkan wayang Petruk, wayang Semar dan wayang Bagong, wayang kulit-wayang kulit. Mati tapi hidup. Kulit-kulit berukir yang memiliki karakter. Pak Dalang memberi kehidupan pada wayang Petruk, Pak Dalang memberik karakter pada Petruk, Kalau Semar lagi mendem, yang mendem adalah Pak Dalang, Kalau Semar lagi prihatin, Pak Dalang lagi prihatin, Kalau dunia perwayangan lagi wingit, yang wingit yaa Pak Dalang. Wayang itu artinya bayangan, bahasa arab-nya al-ziil. Yang ditonton bayangannya bukan kulitnya.
Bayangan Yudistira, raja kaum haq, bergerak-gerak dan berceramah. Aku itu punya jimat. Jimat Pandawa yang tak terkalahkan. Jimat kalimusada (kalimat syahadat). Pandawa manifestasi utama pesan Dalang tenang. Karena jimat ini konon tak terkalahkan. Dan karena Pandawa sudah ma’rifat, kalau jimat yang konon tak terkalahkan itu sebenarnya bukan konon tak terkalahkan. Tapi pandawa sampun makrifat kalau jimat ini mesti (niscaya) tak terkalahkan. Pandawa sudah tapabrata mengenai ke-bayangannya (kewayangannya) selama diasingkan di hutan. Sehingga Bima lebih sreg nyedot karakter-karakter keperkasaan Dalang (al-qowiyyu) maupun kegagahannya (al-qohhaaru). Arjuna lebih sreg diberi karakter-karakter kinasih (ar-ro’uf), kecantikan (al-jamiil), kekesatriaan (futuhaaf) dan batin-batin Sirr kosmis. Yudistira lambang kearifan puncak.
Read more...
|
Monday, 24 August 2009 06:09
admin
Ekspresi
Pamitku Padamu Ragil Suwarno Pragolapati Kau-aku tuntas melewatkan pagi-sore dibuncah kepenatan Siang-malam kebersamaan pun padat cerita dan kenangan Kau aku banyak belajar dari kerja, omongan atau diam Aneh! Sempat juga hati berbunga dan pikiran mekar Asyik! Banyak imbal beri manfaat, tahu fungsinya belajar Kau-aku remaja kembali, sesekali jadi seperi bocah kecil Telanjang tanpa cadar dan topeng, hilang malu dan minder Kau-aku tahu tidaklah menarik lagi 1001 kehebatan diri Sebaliknya, 1.000.000 kelemahan orang tidak selalu jelek Ajaib! Kasih sayang sejati tumbuh dari hal-ihwal naif
Kau aku manunggal dalam sebuah dunia, di sini, kemarin Kita suntuk belajar tanpa pandang usia, guru dan murid Kau-aku tahu, tugas kita seumur hayat: mendidik pribadi Kok Ajaib, hancurlah congkak dan kikuk, risi dan minder Karena kasih, hidup ini penuh arti, dalam cinta ugahari Kau aku diprogram jadwal dan waktu, semua kini berlalu Di sini, berakhir seluruhnya, biar pun belum puas tuntas Kau aku wajib pulang pada jagad kehidupan masing-masing Kembali pada rutin. Pulang ke rumah tangga kita sendiri Kini, di sini, pamitku padamu adalah memutus pilu pedih Kau-aku dipertemukan Tuhan, segera kembali berjauhan "Tidak ada selamat berpisah!" kataku meredam perasaan "Sampai jumpa kembali!" bisikmu dengan senyum getir Kau-aku wajib pulang, tidak mengkhianati rumah pribadi Pamitku padamu adalah beribu memori, abadi dalam nurani
Jakarta 86, Jember 87, Klaten 88
* Penulis sajak ini diketahui terakhir kali di Parangtritis bersama rekan-rekannya untuk sebuah acara. Kemudian: lenyap. Ragil dinyatakan hilang oleh rekan-rekannya dan hingga hari ini tidak ditemukan hidup-matinya. Diduga, dia lenyap dengan cara yang sama dengan Wiji Thukul: Penyair asal Solo.
Monday, 10 August 2009 04:52
admin
Artikel Bebas
Aku Bersaksi, RendraCatatan: KangMunzir Aku bersyukur, di separo bulan Sya’ban, Nisfu Sya’ban, kala bulan purnama, hari Jum’at [hijriyah] Wahyu Sulaiman Rendra dengan mengucap “Allah I Love You, Allah I Love You…!” menghembuskan nafas terakhir. Allahu Akbar. AGAK berat aku menuturkan. Hari-hari begitu cepat bergeser. Peristiwa demi peristiwa.
Read more...
Thursday, 06 August 2009 03:02
admin
Gagasan
Teknologi Robot dan Teknologi Manusia Oleh: Noor R Hayatin dan Prayogi R Saputra Pada sebuah workshop robot di Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya, Prof Pitoyo – ahli robot dari Future University, Jepang ditanya oleh seorang peserta, apakah kemajuan teknologi robot yang luar biasa ini kelak akan menyisihkan peran manusia dalam kehidupan. Tentu, kekhawatirannya didasarkan pada semakin tersisihnya manusia karena pekerjaannya bisa ditangani oleh robot dengan efisiensi dan presisi yang lebih akurat.
Read more...
|