Bangbangwetan

  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size
Home Artikel Gagasan
Gagasan

Ekonomi Syariah atau Ekonomi Akhlak

E-mail Print PDF
Ekonomi Syariah atau Ekonomi Akhlak

Beberapa tahun silam, saya dan beberapa kawan menumpang kereta dari Yogyakarta ke Solo untuk menjenguk seorang kawan lain yang sedang dirawat di rumah sakit. Uang saku kami: pas-pasan. Kami tiba di rumah sakit saat  malam telah turun. Setelah beberapa saat ngobrol dan istirahat secukupnya untuk melenyapkan penat, kami pamit mohon diri kembali ke Yogya. Lapar? Ya. Tapi untuk makan malam, tunggu dulu. Sebelum makan, kami menghitung uang, membuat kalkulasi sederhana untuk menjamin bahwa uang kami cukup membawa kami berlima pulang ke Jogja. Hasilnya, dana  makan malam 2500 per orang. Maka,  kami memilih alternatif warung tenda di depan rumah sakit. Salah seorang kawan bertanya kepada pemilik warung berapa harga satu porsi makan?

Kami menunggu angka yang keluar dari mulut pemilik warung dengan cemas, khawatir jika aung kami tidak cukup. Tapi, jawaban yang didapat sungguh mengejutkan.
“ Sudah Mas, makan dulu! Kalau uangnya kurang, dibayar besok ndak apa-apa.”
“Rumah kami Jogja Bu,” tukas Kawan saya.
“ Ndak apa-apa. Nanti dibayar kalau ke Solo lagi.” Menakjubkan.
Read more...
 

Shalawat Tuhan

E-mail Print PDF

Shalawat Tuhan

Oleh Mas Kumitir

Bismillah. Alhamdulillah. Dengan Nama Allah, Segala Puji Bagi Allah, Alam-alam ini semua adalah Nama Allah. Dan seluruh hal dalam ribuan dunia dan akhirat ini senantiasa memuji Allah.

Dalang

Alkisah, Pak Dalang datang ke kenduri memainkan wayang Petruk, wayang Semar dan wayang Bagong, wayang kulit-wayang kulit. Mati tapi hidup. Kulit-kulit berukir yang memiliki karakter. Pak Dalang memberi kehidupan pada wayang Petruk, Pak Dalang memberik karakter pada Petruk, Kalau Semar lagi mendem, yang mendem adalah Pak Dalang, Kalau Semar lagi prihatin, Pak Dalang lagi prihatin, Kalau dunia perwayangan lagi wingit, yang wingit yaa Pak Dalang. Wayang itu artinya bayangan, bahasa arab-nya al-ziil. Yang ditonton bayangannya bukan kulitnya.

Bayangan Yudistira, raja kaum haq, bergerak-gerak dan berceramah. Aku itu punya jimat. Jimat Pandawa yang tak terkalahkan. Jimat kalimusada (kalimat syahadat). Pandawa manifestasi utama pesan Dalang tenang. Karena jimat ini konon tak terkalahkan. Dan karena Pandawa sudah ma’rifat, kalau jimat yang konon tak terkalahkan itu sebenarnya bukan konon tak terkalahkan. Tapi pandawa sampun makrifat kalau jimat ini mesti (niscaya) tak terkalahkan. Pandawa sudah tapabrata mengenai ke-bayangannya (kewayangannya) selama diasingkan di hutan. Sehingga Bima lebih sreg nyedot karakter-karakter keperkasaan Dalang (al-qowiyyu) maupun kegagahannya (al-qohhaaru). Arjuna lebih sreg diberi karakter-karakter kinasih (ar-ro’uf), kecantikan (al-jamiil), kekesatriaan (futuhaaf) dan batin-batin Sirr kosmis. Yudistira lambang kearifan puncak.

 

Read more...
 

Teknologi Robot dan Teknologi Manusia

E-mail Print PDF

Teknologi Robot dan Teknologi Manusia

Oleh: Noor  R Hayatin dan Prayogi R Saputra

Pada sebuah workshop robot di Institut Teknologi Sepuluh Nopember  Surabaya, Prof  Pitoyo – ahli robot  dari Future University, Jepang ditanya oleh seorang peserta,  apakah kemajuan teknologi robot yang  luar biasa ini  kelak akan menyisihkan peran manusia dalam kehidupan. Tentu, kekhawatirannya didasarkan  pada semakin tersisihnya manusia karena pekerjaannya bisa ditangani oleh robot dengan efisiensi  dan presisi yang lebih akurat.

Read more...
 

Soundwafe: Titik Nadir Kreatifitas

E-mail Print PDF
User Rating: / 1
PoorBest 

Soundwafe: Titik Nadir Kreatifitas

Oleh: Sabrang Mowo Damar Panuluh


Beberapa waktu lalu, sebelum menulis artikel ini, saya sempat bertanya pada salah satu dari Rolling Stone, “Apa boleh kalau saya nulis kata ‘fuck’ di majalah ini?” Mulut saya tanpa sadar juga tersenyum lebar sambil mata menerawang membayangkan hal-hal yang bisa dituangkan dalam tulisan dalam merangkai makna musik dan fuck.

Read more...
 

Indra Tranggono: Tikungan Iblis

E-mail Print PDF
User Rating: / 1
PoorBest 

Dinasti dan Tesis Tikungan Iblis



Oleh Indra Tranggono*

PUBLIK budaya Surabaya akan disuguhi kolaborasi Teater Dinasti Jogjakarta dengan kelompok musik Kiai Kanjeng, di Gedung Gramedia Expo, 19 November. Pertunjukan yang dimulai pukul 20.00 itu membawakan lakon Tikungan Iblis karya budayawan Emha Ainun Nadjib. Pementasan yang diselanggarakan Komunitas Bang Bang Wetan (BBW) dan Dewan Kesenian Surabaya (DKS) ini merupakan bagian dari tur Teater Dinasti ke sejumlah kota, setelah Agustus lalu tampil perdana di Taman Budaya Yogyakarta.

Read more...
 
  • «
  •  Start 
  •  Prev 
  •  1 
  •  2 
  •  Next 
  •  End 
  • »


Page 1 of 2

The Silent Pilgrimage

Kalender

March 2010
S M T W T F S
28 1 2 3 4 5 6
7 8 9 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30 31 1 2 3

Agenda Kegiatan

No events

Medi Abdullah

Statistics

Members : 1251
Content : 186
Web Links : 6
Content View Hits : 152927

Pengunjung Online

We have 21 guests online