Bangbangwetan

  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size
Home Artikel Opini Golput Gitu saja kok Repot

Golput Gitu saja kok Repot

E-mail Print PDF
User Rating: / 0
PoorBest 

“GOLPUT”

Gitu Saja Kok Repot

 

Siapa yang tak kenal Gus Dur? Manusia yang dihadirkan  khusus oleh Tuhan  sesuai dengan jamannya. Banyak predikat yang disandang, baik sebagai tokoh ulama, cendikiawan, negarawan, budayawan, dan lain-lain termasuk kepiawaian dalam humor. Golput, kata dalam rentetan kata yang dilontarkan Gus Dur cepat mendapat respon dari kalayak dengan presepsi dan interpretasi yang beragam.

Mendekati tahun 2009 sebagai pusaran utama siklus politik dan ekonomi, akan menciptakan suasana yang semakin menegangkan sekaligus menyenangkan (serem tapi lucu) dan membuat banyak orang menjadi apatis sekaligus memakmurkan (merem tapi ayem). “Golput” bisa menjadi sebuah kata mandiri atau menjadi sebuah kalimat yang beridiom, yaitu Golongan Putih. Kata Golput dan atau kalimat Golongan Putih akan memberikan kesan dan identitas tertentu sesuai kondisi sosial maupun kondisi kepribadian dari orang yang mendengarkan maupun membacannya.

 

Bila kalimat ”Golongan Putih” yang didengar dan dibaca, maka si pendengar dan pembaca tersebut akan meresponnya dengan menggali memorinya untuk melakukan perjalanan ke masa lalu. Ketika jaman Demak dan Pajang, muncul simbolisasi Golongan Putih (islam putih/syariat) dan  Golongan Abangan (islam abangan/islam jawa). Pada masa Perang Paderi (bahkan sebelumnya) di Sumatera Barat muncul simbolisasi golongan putih/islam dan golongan adat/hitam. Golongan Putih dalam presepsi dan intrepertasi lebih lanjut akan mendominasi susana hati dan pikiran tentang masalah agama, spiritual, budaya dan perjuangan, sehingga menjadi stigma khusus sampai saat ini.

 

Jika kata ”Golput” yang terdengar dan terbaca, maka membuat si pendengar dan pembaca akan terbawa dalam nuansa dinamika politik pada masa Orde Baru, masa Reformasi dan masa Indonesia Baru. Hal ini akan menimbulkan efek respon yang berlainan antara masyarakat maupun dinamika kelembagaan politik di negeri ini. Pada tataran tertentu akan menjadi posisi diametral yang berhadap-hadapan atas kontinuitas sebuah kepentingan (kekuasaan). Maka akan muncul statemen dari berbagai kalangan bahwa ”Golput” dilarang, diingatkan, dibiarkan atau mungkin diajurkan.

 

Bila kata ”golongan” itu kita definisikan sebagai kelompok, kalangan, kekuatan atau ummat, maka kata ”putih” kita artikan sebagai apa? Kita perankan menjadi apa? dan kita fungsikan untuk apa?

 

Putih bisa diartikan menjadi warna/pigmen, gelombang, sinar/energi dan cahaya. Menurut kejadiannya warna dibagi menjadi dua, yaitu warna additive dan subtractive. Warna additive adalah warna yang berasal dari cahaya dan disebut spectrum. Sedangkan Warna subtractive adalah warna yang berasal dari bahan dan disebut pigmen. Warna pokok additive adalah merah (Red), hijau (Green), biru (Blue), disebut model warna RGB. Warna pokok subtractive adalah Sian (Cyan), Magenta, dan Kuning (Yellow), disebut model warna CMY.

 

Putih sebagai spektrum (gelombang dan energi/sinar) dari cahaya, pada spektrum elektromagnetik, ”cahaya tampak” adalah  dengan panjang gelombang  selang/ interval 0,3 dan 1,50 mikro (sunlight) dan yang bisa ditangkap mata manusia panjang gelombang warnanya berkisar antara 380-780 nanometer. Bila panjang gelombang di atas interval tersebut maka dinamakan inframerah, gelombang mikro dan gelombang radio, inilah yang sering disebut gelombang. Sedangkan bila di bawah interval tersebut maka dinamakan ultraviolet, sinar X dan sinar Gamma, hal ini sering disebut sinar yang memiliki kekuatan/energi.

 

Bila putih bukan sebagai warna/pigmen dan  bukan pula sebagai gelombang dan sinar/energi, apalagi sebagai suatu indentitas politik. Maka putih itu sejatinya tidak ada, yang ada adalah cahaya. Sebagaimana dalam kumpulan Syair Asmaul Husna (Progress, Juli 2005) dari Emha Ainun Nadjib, yaitu syair “An Nuur”,  Asma Allah yang ke 93 dan nama Surat 24 dalam Qur’an.

 

An Nuur

 

Malaikat yang terbuat dari cahaya

Adanya desir nafas-Nya

Iblis yang tumbuh dari api membara

Adalah garis yang mencuat dari lurusnya

 

Adapun Adam

Adapun aku

Berangkat dari batu daging

Memerangi zat binatang

Untuk tinggal menjadi samar cahaya

Merindukan Cahaya Yang Sebenarnya.

 

Warna-warna utama

Bila teman-teman menanyakan partisipasiku dalam siklus politik-ekonomi  2009, maka aku jawab bahwa Sang Maha Cahaya kupaksa hadir dalam bilik hatiku dan kuikutsertakan dalam memilih atau dipilih. Apakah aku perlu melangkah atau tidak ke bilik pencoblosan? Apakah aku perlu dan mau mencantumkan nama dan fotoku dalam kertas pencoblosan? itu adalah hakku, yang terpenting adalah telah dan selalu kutunaikan kewajibanku pada rakyat, negara dan Pencipta. Gitu saja kok repot!

 

Andri Dwi Wiyono

Masyarakat Pembelajar

Komunitas KENDURI CINTA

Jakarta, 08-08-2008

(Buat Cak Puji : Waras dan Suwun)

Comments
Add New Search RSS
ghd hair straightener  - ghd hair straightener   |218.86.48.xxx |2010-03-12 00:16:52
100311SLHYZ
The hero of this novel was Oliver Twist, an ghd stylers, who was thrown into a world full of poverty and crime. He suffered enormous pain, such as hunger, thirst, beating and abuse. While reading the tragic experiences of the little Oliver ghd iv styler, I was shocked by his sufferings. I felt for the poor boy, but at the same time I detested the evil Fagin and the brutal Bill. To my relief, as was written in all the best stories ghd hair straighteners, the goodness eventually conquered devil and Oliver lived a happy life in the end. One of the plots ghd mk4 that attracted me most is that after the theft, little Oliver was allowed to recover in the kind care of Mrs. Maylie and Rose and began a new life. He went for walks with them ghd mk4 styler, or Rose read to him, and he worked hard at his lessons. He felt as if he had left behind forever the world of crime chi flat irons and hardship and poverty. http://www.stylerghd.com/specials.html
nfl jerseys sale  - nfl jerseys sale   |59.58.136.xxx |2010-03-12 15:43:25
100312sllgz That must be the story of innumerable youth nfl jerseys couples, and the pattern of life of life it offers has a homely grace. It reminds you of a placid rivulet, meandering smoothly through green nfl authentic jerseys pastures and shaded by pleasant trees, till at last it falls into the vastly sea.The true friendship seeks to give,not take wholesale nfl jersey to help,not to be helped minister,not to be throwback jerseys nfl ministered unto.When you are skinning your customers , you should leave some skin on to grow so that you can skin best nhl jerseys again.
Write comment
Name:
Email:
 
Website:
Title:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 
Please input the anti-spam code that you can read in the image.

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

 

The Silent Pilgrimage

Kalender

March 2010
S M T W T F S
28 1 2 3 4 5 6
7 8 9 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30 31 1 2 3

Agenda Kegiatan

No events

Medi Abdullah

Statistics

Members : 1250
Content : 186
Web Links : 6
Content View Hits : 152924

Pengunjung Online

We have 28 guests online