Bangbangwetan

  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size
Home Artikel Opini Kompetensi Jamiyah Maiyah

Kompetensi Jamiyah Maiyah

E-mail Print PDF
User Rating: / 0
PoorBest 

Kompetensi Jamiyah Maiyah

Prayogi R Saputra

Berikut ada contoh kuis sederhana. Pertanyaannya seputar Muhammadiyah. Mengapa bukan NU atau yang lain? Sebab, dalam hal ini, Muhammadiyah memberi kemungkinan yang lebih baik sebagai contoh kasus. Cara menjawabnya adalah dengan menyebutkan satu kata, dua kata atau maksimal 1 kalimat tentang hal-hal yang berkaitan dengan Muhammadiyah. Bagian yang dicetak miring adalah jawaban dari pertanyaan di kalimat sebelumnya.

Karakter Muhammadiyah? Pemurnian ajaran Islam (kembali kepada Quran dan Sunnah). Tujuan? Amar ma’ruf nahi munkar. Sifat? Sosial keagamaan. Alat dakwah? Pendidikan (Sekolah, Universitas), Kesehatan (Rumah sakit, klinik PKU), Sosial (Panti asuhan, Lazis).



Tentu, ada berbagai dinamika pemikiran yang ada di dalam tubuh Muhammadiyah. Namun, dari semua gagasan yang ada itu, telah diekstrak menjadi beberapa kata yang akurat saja. Kata-kata itu kita sebut saja Kata Kunci. Sehingga, jika ada peneliti asing yang bertanya apakah itu Muhammadiyah, orang akan dengan mudah menjawabnya dengan menyebut beberapa kata kunci saja. Demikian halnya dengan peneliti yang bertanya, dia akan mengerti apa itu Muhammadiyah secara garis besar hanya melalui beberapa kata saja.

Bagaimana kalau pertanyaan-pertanyaan kuis itu digeser untuk Jamiyah Maiyah. Apakah JM sudah memiliki jawaban pendek yang akurat? Apakah JM sudah mengekstrak gagasan-gagasannya yang luas menjadi beberapa kata kunci saja? Ataukah JM masih kesulitan menunjukkan wajah close up dari dirinya yang beraneka ragam? Sebelum menjawab, ada baiknya terlebih dulu kita ikuti sekuel-sekuel berikut.

***

Sekuel 1

“Suatu hari, panitia ulang tahun sebuah Universitas di Jogja ingin mengundang Rendra.”

Dengan satu kalimat itu saja, apakah anda bisa memprediksi kira-kira acara apa yang hendak diselenggarakan oleh panitia dalam peringatan ulang tahun universitas tersebut? Atau minimal, apakah anda bisa menduga Rendra diundang dalam kapasitasnya sebagai apa?

Ya, kemungkinan pertama dan tingkat akurasinya hingga 90% adalah Rendra diundang dalam kapasitasnya sebagai Penyair (nuwun sewu kepada orang yang lebih pribadi mengenal Rendra). Bisa saja, nanti Rendra tidak didaulat membacakan sajak-sajaknya, namun didaulat memberikan ceramah dalam sebuah diskusi kebudayaan atau seminar atau talk show atau apa pun. Tapi, Rendra tetap diundang dalam kapasitasnya sebagai Penyair. Penyelenggara ingin menampilkan ceramah dari seorang Penyair. Memberi pentas kepada pemikiran dan pandangan seorang Penyair. Bahkan, kalau pun diminta membuat makalah, insyaAllah yang akan diketik Rendra adalah sajak.

Rendra sering diundang dalam berbagai acara. Baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Kadang, diminta membacakan sajak-sajaknya. Sering pula didaulat memberikan ceramah-ceramah kebudayaan. Dan hampir di setiap kesempatan, Rendra memaparkan pandangan-pandangannya yang orisinal.[i] Hasil dari risetnya atas berbagai hal: sejarah dan kebudayaan. Teknologi dan manusia. Tasawuf dan ideologi, dlsb.

Pandangannya yang luas dan orisinal. Kecintaannya pada tradisi yang positif. Strateginya yang provokatif dalam menumbuhkan kajian-kajian akan kearifan lokal dan kebudayaan lokal seperti saat menyatakan bahwa kebudayaan Jawa seperti kasur tua. Ketangguhannya yang luar biasa dalam menghadapi, berkelit dan kadang melawan arus mainstream zaman. Juga, semua kehebatan dan kelemahan yang ada pada diri Rendra, kemudian dirumuskan dalam satu kata saja: PENYAIR. Itulah kata kunci Rendra.

Kata PENYAIR yang disematkan kepada Rendra seolah berubah dari kata biasa menjadi kata yang memiliki kekuatan ajaib. Kata itu mampu menyihir orang. Cukup satu kata saja, sudah cukup ampuh untuk menampung semua kehebatan Rendra yang luas.

Dengan demikian, jika ada pihak yang mengundang Rendra, apa sebenarnya yang dia undang? Tubuh Rendra atau gagasan Rendra sebagai Penyair? Seandainya Rendra yang tampan dan berkarakter itu bukan Penyair, tapi guru MI swasta di sebuah desa, apakah dia tetap akan diundang kemana-mana untuk menularkan pandangan-pandangannya? Demikian sebaliknya, jika kata kunci Penyair itu bukan disematkan pada diri Rendra, tapi kepada orang lain yang visual eye catchingnya kurang menarik, apakah daya sihirnya akan sama seperti saat kata kunci Penyair itu disematkan di dada Rendra?

***

Sekuel 2

Sekarang, kita masuk ke peradaban “kota“. Cleguk!!! Adakah diantara anda yang memiliki mesin cuci di rumah? Jika punya, apa mereknya? LG, Sanyo, Sanken, Electolux, Sharp atau lainnya? Pernahkah anda mempertanyakan apa arti merk-merk itu? Apakah merk sekaligus menunjukkan kualitas? Apakah merk berhubungan dengan pembuatnya? Ataukah merk berhubungan dengan penjualnya? Atau berkaitan dengan harganya? Gengsi? Menggambarkan isi? Atau sekadar tanda? Seperti halnya nama.

Menurut ajaran Islam, nama adalah doa. Tapi, menurut seorang filosof, nama adalah tanda. Tanda yang khas pada diri seseorang. Distinguish. Nama itulah tanda yang membedakan seseorang dengan orang yang lain. Sesuatu barang dengan barang yang lain. Sesuatu hal dengan hal yang lain. Nama bahkan bisa mengutarakan isi sesuatu hal. Misalnya Islam. Islam adalah nama yang secara resmi diberikan Tuhan kepada ajaran hidup (agama) yang diajarkan kepada manusia melalui Muhammad saw.

Pemberian nama Islam untuk membedakan dengan ajaran-ajaran hidup lain yang telah berkembang sebelumnya. Misalnya, Zoroaster yang menyembah api. Dalam kasus ini, nama menunjukkan isi dari sesuatu. Nama Islam mengandung isinya sendiri yang berbeda dengan Zoroaster. Baik itu tauhid, tata cara bersembahyang, ajaran hidup bermasyarakat, dsb. Demikian halnya ada nama Muhammadiyah, Nahdatul ulama, Wahabi, dsb. Nama-nama tersebut menunjukkan isi dari sesuatu.

Tapi kadang, nama juga sama sekali tidak menunjukkan kualitas. Anda tahu bahwa ada seorang haji di Jember dengan nama Arab yang indah yang artinya pedang Allah adalah seorang gembong perampok? Nama indah berbahasa Arab yang identik dengan Islam tidak menunjukkan kualitasnya dalam menjalankan ajaran Islam. Dan anda bisa temukan banyak kasus serupa.

Lalu, bagaimana dengan merk? Apakah merk sekaligus menyatakan isi dari suatu produk? Merk menunjukkan kualitas? Merk berhubungan dengan pembuatnya? Atau juga tidak berarti apa-apa kecuali sekedar tanda?

Jawabannya, bisa jadi ya. Bisa jadi tidak. Karena ada sebagian tas merk terkenal Italy pun dibuat di Bandung. Bukan pemilik merk yang membuat, tapi gadis-gadis Prianganlah yang menjahit. Atau Kijang si mobil Jepang yang dibuat di Banten oleh anak-anak Nusantara.

Merk berhubungan dengan penjualnya? Bisa juga. Karena anda bisa memesan keripik apel dengan merk nama anda dan dengan sombong anda bisa menjualnya ke pasaran dengan branding anda. Padahal, anda sama sekali tidak tahu menahu soal membuat keripik apel.

Tapi, bagaimana jika ada seribu merk, sementara sebenarnya mereka menawarkan isi yang sama? Bagaimana jika ada sejuta nama, padahal semua sama dan hanya berbeda kemasannya saja? Tidak ada yang unik. Tidak ada kekhususan. Tidak ada keunggulan yang memberi nilai lebih yang cukup. Tahukah anda bahwa sebenarnya, mesin cuci merk apa pun yang anda beli, otak dari mesin cuci itu dibuat oleh Sanyo? Jadi, apa arti aneka ragam merk yang ditempel di badan mesin cuci jika semua otaknya adalah produk Sanyo?

Apa artinya merk dan nama? Apa artinya kemasan dan tubuh?

***

Sekuel 3

Kompeten pengertian sederhananya adalah unggul, mampu atau khusus. Orang yang kompeten adalah orang yang memiliki keunggulan, kemampuan atau kekhususan tertentu. Dengan demikian, kompetensi semestinya adalah keunggulan, kemampuan atau kekhususan. Pendeknya, pihak itu ber-isi dalam sesuatu hal.

Kompetensi ( isi ) Rendra adalah sajak karena itu dia dikenal sebagai Penyair. Kompetensi ( isi ) organisasi yang didirikan KH Ahmad Dahlan adalah kembali kepada ajaran quran dan sunnah sesuai dengan apa yang diajarkan Muhamamad, karena itu dinamakan Muhammadiyah. NU demikian juga halnya, memiliki kompetensinya sendiri. Dan lazimnya sesuatu, baik itu manusia, perusahaan atau organisasi memiliki kompetensi yang merupakan isi utama dari dirinya.

Nah! Yang ini agak serius. Kalau miturut Ki Ageng Louis de Broglie, materi terdiri atas partikel dan gelombang. Tubuh Rendra itu partikel, kompetensinya sebagai Penyair adalah gelombang. Organisasi Muhammadiyah adalah tubuh. Karakter, tujuan, alat dakwah, dst adalah gelombang. Lebih lanjut, Ki Ageng Louis de Broglie mengutarakan bahwa karena materi terdiri atas partikel dan gelombang, maka batasan antara energi dan materi telah dihapuskan. Materi dan energi adalah sama.

Dengan demikian, dari analogi Fisika itu, bisa diperluas untuk membaca gejala sosial bahwa orang mengundang Rendra bukan hanya mengundang tubuhnya saja atau kepenyairannya saja. Sebab, keduanya menyatu. Keduanya identik. Keduanya adalah sama. Redra tanpa sajak adalah bukan Rendra. Sedangkan sajak-sajak tanpa Rendra hanya untaian kalimat hampa.

Orang menyebut Muhammadiyah dengan segala isi dinamikanya, energinya. Tapi, pasti dinamika itu tetap berada dalam lingkaran kompetensinya, tidak mungkin dinamikanya sampai ke syiah. Demikian juga dalam Islam. Hal yang paling penting dari Islam bukanlah Muhammadnya atau ajaran yang dibawanya, sebab keduanya saling berpilin. Keduanya menyatu. Keduanya adalah sama. Muhammad adalah materinya, sementara ajaran Allah adalah energinya.

Sekarang, apa kompetensi atau isi utama atau energi dari Jamiyah Maiyah?
***

Sekuel 4

Pernah suatu kali CN bertanya di hadapan para Jamaah Maiyah. JM itu ingin menjadi pupuk atau tanaman? Kalau pupuk, dia yang akan membantu menyuburkan tanaman. Apa pun tanamannya, tidak tebang pilih. Baik itu sayuran, buah-buahan, mangga, jagung, padi, rumput, dll. Pendeknya, dia bisa menjadi salah satu sumber energi tanaman untuk tumbuh dan berkembang. Sedangkan jika JM memilih menjadi tanaman, dia akan berbentuk, memiliki wujud, berbeda dengan yang lain. Pendeknya, dia memiliki identitasnya sendiri.

Pilihan sebagian JM adalah menjadi pupuk. Maka, para JM memilih menjadi salah satu sumber energi hidup dan tumbuh dari tanaman-tanaman yang dia kehendaki. Boleh tanaman itu bernama NU, Muhammadiyah, perusahaan, pabrik, kantor pemerintah, grup band, industri film, kelompok tani, dlsb. Di semua tempat itu, Jamiyah Maiyah memupuknya. Dan sebagai pupuk, sebagai salah satu sumber energi, Jamiyah Maiyah bisa memilih menjadi bagian yang paling vital. Ibaratnya, Jamiyah Maiyah adalah Sanyo. Dia memproduksi otak dari semua merk mesin cuci. Dan yang disebut otak itu adalah anda, Jamaah Maiyah semua.

***

Sekuel 5

Quiz
1. Bisakah menjadi Sanyo/pupuk disebut kompetensi ( isi utama) dari JM? Kalau tidak, sebutkan kompetensi JM menurut anda? (bobot nilai 10)

2. Gunakan hanya satu kata untuk merumuskan/memberi nama kompetensi itu? (bobot nilai 10). Contoh: pemberdayaan, advokasi, politik, perkaderan.
3. Kalau 4 pertanyaan tentang Muhammadiyah dalam kuis di atas digeser menjadi pertanyaan untuk JM, apa jawaban anda? (bobot nilai 30)

*) Kaki gunung Panderman 25 Des 2009
Maiyah Angin: Kasultanan Jogja-Jember-Surabaya-Kotaraja Singhasari

 

Comments
Add New Search RSS
oot wahyu p  - miturutku dewe...   |222.124.230.xxx |2010-01-19 13:41:04
Absurd mas.....se absurd maiyah itu sendiri.....
Gigih Pringgondani  - R.B(Rakyat Biasa)   |110.139.68.xxx |2010-01-24 00:26:54
1. Tidak, Wadah atau tanah.
2. Pencerahan
3. JM, merupakan wadah untuk mencari dan berpikir tentang segala aspek kehidupan.
aditya nugroho   |202.70.58.xxx |2010-02-18 01:59:38
1.bisa juga,nurani
2.pembelajaran
3.JM,wadah berfikir,belajar dan memberi solusi permasalahan
Write comment
Name:
Email:
 
Website:
Title:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 
Please input the anti-spam code that you can read in the image.

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

 

The Silent Pilgrimage

Kalender

March 2010
S M T W T F S
28 1 2 3 4 5 6
7 8 9 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30 31 1 2 3

Agenda Kegiatan

No events

Medi Abdullah

Statistics

Members : 1229
Content : 186
Web Links : 6
Content View Hits : 152341

Pengunjung Online

We have 25 guests online