Misteri Ibukota Majapahit Terpecahkan
Ada hal yang menarik dari penemuan baru yang membuktikan bahwa wilayah kotaraja Majapahit meliputi Kecamatan Sooko, Trowulan dan Jatirejo di Kabupaten Mojokerto dan kecamatan Mojoagung, Mojowarno serta Sumobito di Kabupaten Jombang. Khususnya di Jombang, di sinilah pernah lahir Gus Ud –seorang kekasih Allah yang menjadi mentor ruhani Emha Ainun Nadjib. Kabarnya, kerajaan Airlangga yang berdarah campuran Jawa-Bali juga berada di sekitar Jombang. Dan terakhir, Jombang khususnya Sumobito menjadi –mungkin satu-satunya- tempat yang bebas dari tekanan Orde Baru. Terbukti, sejak tahun 1992 puluhan ribu orang hadir dalam pengajian Padhangmbulan yang diasuh Emha Ainun Nadjib. Tanpa izin. Padahal, di tempat lain, mengadakan acara 10 orang saja harus minta tanda tangan Komandan Koramil. Dengan demikian, tumbuh pertanyaan: benarkah tuah tanah yang banyak dipercaya para sesepuh, bahwa tanah yang pernah diinjak oleh orang besar akan berpotensi melahirkan hal-hal yang besar pula? Tanah yang pernah diinjak oleh para wali akan berbeda dengan tanah yang belum pernah diinjak oleh para wali? kita-kita dan anak cuculah yang akan membuktikannya. kalau benar fakta demikian, Jombang boleh sedikit Percaya diri dengan disebut sebagai salah satu peta politik kebudayaan di Jawa-Nusantara.
Untuk mendapat keterangan yang lebih gamblang, berikut artikel sepenuhnya tentang penemuan itu.
Perkumpulan Peduli Majapahit berhasil membuat peta ibukota Kerajaan Majapahit. Ibukota kerajaan terbesar dalam sejarah Nusantara ini berada di Kabupaten Mojokerto dan Jombang Jawa Timur.
Anam Anis, Ketua Perkumpulan Peduli Majapahit Gotra Wilwatikta mengatakan, keberhasilan menyusun peta ibukota Majapahit ini akan menjawab pertanyaan generasi yang jauh dari kerajaan Majapahit tentang kepastian lokasinya. “Selama ini orang hanya mengenal lewat buku sejarah bahwa bekas ibukota Kerajaan Majapahit berada di Trowulan, itu saja,” katanya, Ahad (21/5).
Berdasarkan peta yang dibuat Perkumpulan Peduli Majapahit, ibukota kerajaan Majapahit meliputi Kecamatan Sooko, Trowulan dan Jatirejo di Kabupaten Mojokerto dan kecamatan Mojoagung, Mojowarno serta Sumobito di Kabupaten Jombang. Kawasan ini berada pada luas 10 X 10 kilometer persegi. “Namun, ada versi lain yang menyebut 9X11 kilometer persegi. Kami akan pastikan soal luas ibukota ini untuk memudahkan pengembangan,” kata Anam.
Perkumpulan Peduli Majapahir juga berhasil membuat ilustrasi pusat kota ibukota Majapahit. Pusat kota ini berada di dalam kawasan ibukota dan lokasinya kini berada di Trowulan. Situs-situs yang memperkuat ilustrasi pusat kota ini antara lain Candi Muteran, Candi Gentong, Candi Tengah, tempat kediaman Gajah Mada, kediaman kerabat kaum raja dan tempat pemandian para putri kerajaan.
Anam mengatakan, pembuatan peta ibukota ini didasarkan pada sketsa rekonstruksi Kota Majapahit oleh Henry MacLaine Pont (1924), seorang insinyur Belanda yang sangat berminat pada situs Trowulan dan kemudian mendirikan Museum Purbakala Trowulan. Peta ibukota Kerajaan Majapahit ini juga melibatkan ahli arkeologi dari Balai Arkeologi Yogyakarta, Nurhadi Rangkuti. Situs bekas ibukota Kerajaan Majapahit ini akan dikembangkan menjadi kawasan Cagar Budaya Nasional, Pusat Wisata Budaya, Pusat Studi Sejarah, Kepurbakalaan dan Kebudayaan.
Majapahit adalah kerajaan besar Nusantara yang berdiri abad XIII hingga XIV. Ini adalah kelanjutan kerajaan Singosari yang berpusat di Malang. Raden Wijaya mendirikan Majapahit tahun 1293 dan memerintah hingga 1328. Majapahit mengalami kejayaan pada masa Raja Hayam Wuruk Di era inilah sebagian orang meyakini Majapahit memiliki Perdana Menteri Gajah Mada yang terkenal dengan Sumpah Palapa (Sunudyantoro, Arsip Tempo )