Bangbangwetan

  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size
Home Berita dan Informasi Berita LEBARAN di SUTOS

LEBARAN di SUTOS

E-mail Print PDF
User Rating: / 2
PoorBest 

LEBARAN di SUTOS

N Prio Sanyoto

 

Malam itu saya datang dengan niat memang untuk menikmati pertunjukkan. Sebelumnya, dalam kurun waktu satu tahun terakhir, saya datang sebagai “internal customer” CNKK. Siap repot ini-itu dan pada kondisi mental “nyambut gae” (meski pada akhirnya juga lebih sering nongkrong dan doing nothing).

Datang dengan kostum santai, saya masuki pelataran plaza SUTOS dengan atmosphere yang berbeda. Ketika itu kelompok yang sudah malang melintang di ribuan panggung dari kampung-kampung kumuh dan gang-gang sempit tanah air hingga konservatorium bergengsi di sekian banyak negara sedang menyanyikan sebuah tembang gado-gado—lagu maupun syairnya. Dimulai dari sebuah lagu bersyair ibrani, sholawatan dan diakhiri dengan tembang yang oleh saudara-saudara kita dikenal sebagai lagu “Gloria in Exelsis Deo” namun dengan perubahan total pada kata-katanya sehingga menjadi sebuah sholawatan dalam bentuknya yang betul-batul baru.

 

Peralihan nada dalam lagu tersebut dijembatani oleh interlude yang menggelora karena memang menggunakan sebuah nomor ciptaan Mozart. Dan karena memang asik untuk diikuti, saya ikut menyanyikannya. Fase pertama ekstase langsung saya dapatkan di menit-menit awal pertunjukkan. Belakangan, setelah muncul polemik ”Sholawat Global” dan mendapat protes dari teman-teman yang merasa ”empunya” lagu tersebut, saya jadi lebih sering menyenandungkannya diam-diam. Ada semacam protes lirih dari hati kecil saya: ijinkan saya ikut mempopulerkan nada yang katanya milik kalian dengan kata-kata yang saya rasa tidak sedikitpun melecehkan keyakinan anda. Tentunya, status benar-salah dari protes ini perlu didiskusikan lebih lanjut.

 

Pertunjukkan terus berlanjut dengan sekian banyak lompatan-lompatan berkilau dari wisdom yang disampaikan CN. Dengan santai, beliau bisa menjadikannya topik yang connencted antara SUTOS sebagai tempat untuk memuaskan selera makan (mbadhog) ke kebanggan sebagai arek Suroboyo, bangsa Indonesia, Surban Gus Luthfi hingga kumis Pak Suko. Sekian penonton yang benar-benar pengunjung entertaining mall itu terlihat serius mengikuti acara hingga usai. Mereka ikut terbahak ketika CN melontarkan joke-joke yang dibuat khas Suroboyoan. Tentang hal ini, bayangkan saja bila sekelompok bonek kongkow-kongkow, jangan kaget bila terdengar umpatan (pisuhan), kata yang mengarah ke fisik (misal—maaf—raimu!) dan saling mengejek yang terrangkum dalam kesatuan situasi saling menyayangi, pertemanan bahkan persaudaraan.

Sebagai penonton, saya mencoba berbagai ”angle” dalam arti yang sebenarnya. Dari kanan panggung, beralih ke persis di depan panggung, ke sisi kiri, mencoba berpindah agak jauh ke kanan belakang stage hingga kembali ke sayap kanan panggung. Semuanya, ternyata, menawarkan cita rasa yang sama: keakraban egaliter clelekan yang serius dari CN dan CNKK sebagai sebuah performer.

Bukan kebetulan bila malam itu adalah malam kesekian pada Ramadhan 1430 H. Meski punya tanggungan sholat isya dan tarawih yang akhirnya saya tunaikan di tengah malam seusai pertunjukkan, saya merasakan inilah sebenarnya ceramah ramadhan, intisari puasa dan materi inti pelatihan Ramadhan yang saya cari-cari.

Sudah sekian Ramadhan (dan Idul Fitri sebagai sequelnya) saya merasakan rasa baal yang mengganggu. Ibadah ini tak lebih dari rutinitas tahunan yang kehilangan makna. Beberapa tahun lalu, saya masih bisa menangis saat sholat maghrib di hari terkahir Ramadhan atau saat ikut melantunkan takbir menjelang sholat Ied. Demikian halnya dengan prosesi sungkeman di keluarga, saling berjabat tangan antara kerabat dan kolega. Namun dalam hitungan tahun-tahun terkakhir, semua terasa hambar.

Puasa, ya puasa aja. Sahur terasa sebagai siksaan. Lha wong enak-enak tidur disuruh makan. Diam-diam saya sering nggedumel atas bacaan surat yang terlalu panjang dari imam sholat tarawih dengan 8+3 rokaat. Di saat lain juga kesal pada imam yang terlalu cepat membawa jama’ahnya pada mesjid dengan 20+3 rokaat.

Ketika lebaran datang, saya sadari betul situasi hati saya yang menjalankan sekedar kewajiban budaya dan adab pergaulan untuk saling memaafkan. Sholat Ied menjadi begitu menyiksa karena pilihan antara ikut pulang dengan sekian banyak jama’ah atau menyempurnakan rukun sholat Ied dengan mendengarkan khotbah hingga selesai.

Pengajian dengan tanda petik yang saya ikuti bersama CNKK malam itu di SUTOS menjadi mata air yang menyejukkan namun sekaligus menguras air mata saya. Saya benar-benar mengepalkan tangan ketika mendengarkan untuk kesekian kalinya CN menyebutkan alasan-alasan mengapa kita harus bangga menjadi sebuah bangsa, menitikkan air mata (dan ikut menyanyi) ketika Mbak Via mendendangkan Heal The World dan Love Story. Terpingkal-pingkal saat tembang dolanan “isuk-isuk tuku lengo adahe botol, kon….”. Dan menangis terisak ketika lagu “Malam Kudus” dinyanyikan oleh salah satu “pemiliknya” dan—dalam istilah CN—digendong bersama-sama dengan kata-kata yang diubah menjadi Sholatulloh, Sholamulloh… Saya menagis keras-keras ketika do’a penutup dipanjatkan Gus Lutfi setelah sebelumnya dengan setengah berteriak saya ikuti sholawat dengan iringan beberapa personil KK.

Ada dua hal yang membuat saya tersipu-sipu: 1) Takut ketahuan beberapa teman ketika air mata saya menetes di malam itu dan 2) Malu-malu memohon pada Tuhan agar bisa mencicil lebaran di sebuah selasar mall saat bulan masihlah Ramadhan.

 

--o0o--

 

 

 

 

Comments
Add New Search RSS
Write comment
Name:
Email:
 
Website:
Title:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 
Please input the anti-spam code that you can read in the image.

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

 

The Silent Pilgrimage

Kalender

September 2010
S M T W T F S
29 30 31 1 2 3 4
5 6 7 8 9 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30 1 2

Agenda

Medi Abdullah

Statistics

Members : 2351
Content : 198
Web Links : 6
Content View Hits : 212066

Pengunjung Online

We have 19 guests online