Empat Fungsi Maiyah
Liputan Haflah Maiyah Se-Nusantara 30-31 Desember 2009
urang lebih pukul 13.15 para jamaah Maiyah berkumpul semuanya di MI di depan masjid al-Faruq Umar untuk mengikuti sesi Halaqah Maiyah.
Acara dipandu oleh Toto Rahardjo. Sejumlah wakil jamaah menyampaikan uneg-unegnya. Desakan untuk mengorientasikan maiyah pada bentukan politik tampak mewarnai aspirasi mereka.
Cak Nun yang di awal pengantarnya berbicara tentang tidak adanya kedewasaan di dalam hidup sosial bernegara segera menanggapi. Menurut Cak Nun, sebenarnya ada empat opsi fungsi Maiyah: majelis ilmu, gerakan kemandirian ekonomi, gerakal kultural dan gerakan politik.
Walaupun ketika Cak Nun coba menjaring suara, mayoritas jamaah lebih memilih gerakan kebudayaan, Cak Nun menjelaskan bahwa sebenarnya opsi-opsi itu harus dipilih salah satu karena semua pilihan itu adalah kepastian Maiyah. Sehingga fungsi politik pun juga perlu diapresiasi.
Tentang fungsi-fungsi itu, Sabrang MDP punya ungkapan “Maiyah bukan semua itu tetapi juga sekaligus semua itu.” Meskipun demikian Sabrang memberi tekanan pada pentingnya kemandirian ekonomi. Sesi halaqah yang di tengah berlangsungnya disertai hujan yang mengguyur juga diisi Pak Nursamad Kamba, Cak Fuad, dan Mustofa W Hasyim.
Pak Nursamad menguraikan makna maiyah berpijak pada pengalaman Nabi Muhammad Saw dan Sahabat Abu Bakar ketika bersembunyi di Gua Tsur untuk menghindari kejaran orang-orang kafir. Peristiwa ini mengandung ilmu mendasar yang substansial bagi gerakan Maiyah.
Sekonteks dengan Pak Nursamad, Cak Fuad menyampaikan hasil telaahnya atas makna maiyah berdasarkan ayat-ayat Alquran. Hasil telaah itu disusunnya menjadi sebuah buku berjudul “Maiyah di dalam Al-Quran: Kajian Tafsir Tematik, Menandai Terselenggaranya Maiyah Nusantara di Menturo Sumobito Jombang30 Desember 2009.”
Sementara itu Pak Mus menguraikan makna ‘ilmu iku kalakune kanti laku’. Bintang halaqah ini adalah. Toto Rahardjo yang turut berbicara tentang community organizing dan teristimewa tafsirnya mengenai hijrah Nabi sebagai metode gerakan sosial. Ia pun mengatakan,”Hijrah adalah berpindah dari yang bukan
Maiyah menuju yang Maiyah.”
Di akhir sesi ini, Cak Nun meminta dibentuk tim kecil untuk mendiskusikan rekomendasi terkait empat fungsi Maiyah tersebut.
Shalat Ghaib Jamaah Maiyah untuk Gus Dur
Di tengah persiapan puncak Haflah Maiyah, jamaah Maiyah mendengar kabar meninggalnya Gus Dur atau KH Abdurrahman Wahid. Segera Cak Nun meminta semua jamaah berdiri menghadap kiblat untuk melakukan shalat ghaib untuk Gus Dur.
Shalat ghaib dan doa bersama dipimpin Cak Fuad dan selanjutnya Zainul Arifin(vokalis KiaiKanjeng) memimpin pembacaan Surat Yasin dan wirid-wirid Padhangmbulan untuk mendoakan Gus Dur yang telah menghadap Ilahi Robbi. Duka mewarnai suasana jamaah Maiyah. [hm/menturo301209]
