Sudah tiga tahun berjalan tapi masih ada aja jamaah yang bertanya macam-macam. Mulai gerakan bangbang wetan lah, kemana tujuannya lah, makna lah dan macem-macem lainnya. Sudah lebih dari tiga tahun saya menggeluti dan mencoba memaknai semua perjalanan saya mengejar ilmu yang Cak Nun berikan kepada jamaah. Begitu luas dan campur aduk, begitu jembar dan dalam, begitu sulit dimaknai dan dicerna, dan begitu besar cinta yang mengalir di dalamnya. Sehingga pada acara ulang tahun ke 3 Bangbang wetan kemaren saya sedikit trenyuh kenapa pertanyaan seperti ini masih ada lagi ?
Saya ingin teriak dan maju ngambil microphonenya tapi saya malu...saya lebih suka kesunyian dan kenikmatan mencengkerami kesunyian itu. Biarlah orang lain yang bicara...biarlah orang lain yang memaknai.
Seingat saya pertanyaan tentang adanya gerakan kongkret dan mau diapakannya Bangbang wetan ini dari jamaah sudah terdengar dari sejak kira-kira Bangbang wetan berjalan satu tahun. Saya sendiri waktu itu juga menginginkan hal yang sama seperti jamaah lainnya..Ayo muncul gebrakan dari Bangbang wetan....tapi akhirnya muncul juga poling mengenai Bangbang wetan. Hasil poling sendiri menyebutkan bahwa sebenarnya jamaah ingin menjadikan Bangbang wetan menjadi sebuah FORUM PENCERAHAN yang isinya luas akan ilmu dan manfaat. Bukan Forum Gerakan atau apalah namanya. Yang namanya pencerahan ya jamaah harus menjadi cerah dan paling tidak menurut saya harus bisa mencerahkan dirinya sendiri dengan apa yang telah di dapat dari Forum tersebut. Lha kok sudah tiga tahun muncul lagi pertanyaan seperti ini kenapa ?
Apanya yang salah?
Mas-mas dan siapa saja yang duduk di jajaran management bangbang wetan, monggo direnungi lagi dan dicari permasalahannya. Apa sih dulu tujuan dan keinginan bangbang wetan itu dijalankan ?
Drama kemaren sebenarnya juga sangat bagus untuk menohok para jamaah agar tak selalu bergantung pada figur Cak Nun. Tapi Ironis....saya berani bertaruh bahwa lebih dari separuh jamaah yang hadir kemaren karena adannya Cak Nun. Apalagi ada embel-embel Kyai Kanjeng..wah pasti tambah membludak yang hadir pada saat itu. Benar tidak ??
Mau tidak mau..terima tidak terima..trenyuh ta nelongso saya kira memang begitulah kenyataannya. Mau diapakan lagi ??? ParaPara jamaah memang sangat rindu akan cinta kasih Allah yang memancar pada diri Cak Nun..Para jamaah memang membutuhkan kehadiran Cak Nun.
Sudah. Itu tidak bisa dipungkiri. Meski dalam hati saya sering bertanya...Apakah esok atau lusa kata-kata Cak Nun masih bisa diingat oleh jamaah ? Apakah ilmunya bisa nyantol ??? Astagfirullah..selalu setiap pikiran itu datang selalu saya berusaha menolaknya...kemudian pasti saya berchudnuzon..Biar ilmu dan kata-kata itu tidak nyantol sekalipun mudah-mudahan barokah majelis dan ilmu tersebut akan terus mengalir deras...Amin.
Sudah tiga tahun lebih dan mudah-mudahan pertanyaan-pertanyaan seperti itu tidak terlontar lagi...Mudah-mudahan Allah paring marang jamaah bahwa kitalah yang harus menjadi gerakan itu sendiri. Bahwa masing-masing dari kitalah yang harus menjadi simpul-simpul perubahan itu sendiri. Kita tidak usah mikiri pergerakan-pergerakan yang mengatas namakan Bangbang wetan..cukup kita sendiri yang bergerak untuk perubahan..kita sendiri yang harus menjadi simpul-simpul perubahan itu..nggak usah mikiri hasilnya nanti...karena kita cuma nandur..tapi kalo kita ikhlas dan Gusti Allah ridho insya Allah simpul-simpul itulah yang akan bisa menyimpulkan sendiri..... jamaah memang sangat haus akan Ilmu yang Cak Nun sampaikan..
Wahyu P
This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it
| Comments |
|
|
|||||||||||
|
|||||||||||
|
|||||||||||
|
|||||||||||





