Ipul
Apa artinya pemimpin? Apa artinya kepemimpinan? Jika kepemimpinan artinya menguasai sedangkan pemimpin adalah penguasa, maka kepemimpinan adalah salah satu model yang paling dekat dengan hasrat menindas. Jika kepemimpinan demokratis adalah membela yang dipimpin, mempertahankan dan memenangkan, maka kepemimpinan adalah penindasan mayoritas. Jika kepemimpinan adalah mengayomi, melindungi dan menggali solusi-solusi untuk kesepakatan dan kemengan bersama, tunduk kepada aturan bersama, maka kepemimpinan adalah penghormatan kepada nilai-nilai manusia. Maka, saya lebih memilih dipimpin oleh raja yang arif dibanding presiden, gubernur atau bupati yang dipilih secara demokratis namun diam-diam menyelipkan hasrat menguasai di kedalaman sanubarinya.
Malam itu, untuk pertamakalinya saya bertemu langsung dengan Saifullah Yusuf sebagai wakil Gubernur Jawa Timur. Jauh hari sebelumnya, sudah sering saya mendengar kabar betapa pintarnya orang ini, seperti halnya dua kader NU yang lain: Muhaimin Iskandar dan Khofifah yang diunggulinya secara dramatis dalam Pilgub Jatim lalu. Tak heran jika dalam usia yang masih sangat muda, dia sudah pernah menduduki posisi menteri.
Acara yang dilangsungkan di pendopo Taman Budaya Cak Durasim itu membahas tema serius dan rawan kerusuhan: penggusuran warga stren kali. Bagaimana tidak rawan kerusuhan. Di situ hadir puluhan warga yang tergusur beberapa hari sebelumnya. Juga pendekar masyarakat miskin kota: Wardah Hafidz yang siap mendorong mereka memperjuangkan hak-haknya. Sementara di pihak pemerintah, hadir wakil gubernur Jatim dan Wakil Walikota Surabaya. Saya membayangkan pertemuan ini akan disesaki dengan adu argumentasi, ngotot dan suasana perdebatan yang panas. Setelah beberapa wakil warga menuntut penjelasan dengan intonasi bicara yang tinggi, Wardah sedikit meredamnya dengan membuka lapangan pertandingan dengan tawaran yang dialogis. Pada titik tertentu, kerusuhan bisa saja terpicu.
Saat sampai giliran Saifullah Yusuf, semua orang tertipu. Setelah makan kacang goreng seenaknya, dia bicara seperti semua audiens sedang ngobrol di warung kopi. Santai, humor dan sedikit vulgar. Tidak ada kesan wakil gubernur sama sekali. Tidak ada suasana adu argumen yang serius dan ketat sama sekali. Kami seperti menghadiri pentas ludruk kartolo atau lenong Betawi.
Setelah bicara panjang lebar layaknya cangkruk-an, dia bicara secara resmi sebagai wakil gubernur hanya lima persen dari seluruh pembicaraannya di sesi pertama. Intinya, Ipul dan pemerintah provinsi Jatim secara umum berkomitmen untuk mencegah dampak sosial dari krisis global, yaitu bertambahnya angka kemiskinan. Belakangan, Ipul juga mendukung sepenuhnya gagasan Arif Afandi untuk membuat model perumahan vertikal yang dibangun di lokasi yang tergusur. Sehingga, fungsi hunian dan fungsi ruang hijau keduanya terakomodasi sepenuhnya. Sampai mereka berdua pulang, suasana masih gerrr dan segar.
Belakangan, saya berpikir bahwa Ipul ini memang sangat pintar. Dia bisa membalik keadaan dari suasana yang semestinya tegang dan penuh argumentasi menjadi cair, santai, penuh humor dan cekakak-an. Di pendopo Taman Budaya Cak Durasim memang ada raksasa sangat besar yang ”menunggui” acara itu yang memungkinkan tidak ada seorang pun yang berani memulai kerusuhan. Rupanya, saat bertemu warga, pejabat resmi tidak pelu senantiasa tampil angker, formal dan membosankan. Mereka bisa juga bertindak seperti saat ngobrol bersama kawan-kawannya di warung kopi.
Asmara Angin Laut Sr
| Comments |
|





