Muhasabah shalat layl
Masjid AR FACHRUDDIN Universitas Muhamamdiyah Malang
Malam 23 Ramadhan
Oleh: Drs. H A. Fuad Effendi MA
DAMPAK HIDUP MEWAH
(Bagian 1)
Pemilihan judul ini boleh jadi dilatarbelakangi oleh keprihatinan bahwa “kemewahan hidup” telah menggejala di tengah masyarakat, terutama di kalangan elit bangsa, para hartawan dan pembesar negara, bahkan pemuka agama. Padahal menurut penuturan Al-Qur`an dan As-Sunnah, merajalelanya kemewahan adalah tanda-tanda zaman akan datangnya kehancuran. Kemewahan, padanannya di dalam bahasa Arab adalah tarof, sedangkan orang yang bermewah-mewah disebut mutraf-murafun. Secara etimologis, tarof berarti melebihi batas, berlebih-lebihan, dan perilaku seenaknya sendiri.
Kaum mutrafin atau orang-orang yang bermewah-mewah dan bermegah-megahan dalam hidup, selalu menjadi kelompok yang menolak seruan untuk menegakkan kebenaran dan keadilan.
Allah SWT berfirman dalam surat Saba` 34:
Dan Kami tidak mengutus kepada suatu negeri seorang pemberi peringatan, kecuali orang-orang yang hidup mewah di negeri itu berkata: "Sesungguhnya kami mengingkari apa yang kamu diutus untuk menyampaikannya".
Di dalam surat Asy-Syura ayat 23 Allah SWT juga berfi
Demikianlah, setiap Kami mengutus sebelum kamu seorang pemberi peringatan dalam suatu negeri, pasti orang-orang yang hidup mewah di negeri itu berkata: "Sesungguhnya kami mendapati bapak-bapak kami menganut suatu agama dan sesungguhnya kami adalah pengikut jejak-jejak mereka".