Bangbangwetan

  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size
Home Review Review Bangbangwetan Review Bangbang Wetan Maret

Review Bangbang Wetan Maret

E-mail Print PDF
User Rating: / 1
PoorBest 

 

Review Bangbang Wetan

12 Maret 2009

Tema   : Revolusi

Tempat: Hall Gramedia Expo, Surabaya

 

 

Satu hal yang membedakan Bangbang Wetan ( BBW )  kali ini adalah venue yang di luar tradisi dan trade mark BBW. Ya! BBW Maret dilaksanakan di Gramedia Expo, sebuah convention hall yang menyatu dengan toko buku dengan konsep "one stop shopping" terbesar di Surabaya.

 

Sempat ngaret karena--mungkin--masih belum sepakat tentang konsep "blocking" panggung, acara dimulai dengan Syahadat Maiyah. Bacaan-bacaan sederhana dan tulus yang dimotori oleh crew BBW ini akan menjadi bagian tak terpisahkan dari setiap BBW dan yang terpenting: diikuti oleh segenap hadirin. Sebisa mereka, sejalan dan seyakin dengan masing-masing kepercayaan mereka.

 

 

 

 

Acara dilanjutkan dengan sajian tembang-tembang jernih dari Sanggar Alang-alang, sebuah komunitas anak jalanan pimpinan Mas Didit Hape yang mewartakan beragam kegiatan dari para anak jalanan. Tampil kemudian KH Fahmi Basya. Ustadz yang terkenal dengan Matematika Qur'an-nya. Beliau tampil lengkap dengan sajian audio visual yang terorganisir rapi mengenai kaitan antara Maulud Nabi, hijrah, makna perjuangan Rasul dan revolusi yang menjadi tema BBW malam itu hingga eksplanasi mengenai daya tahan dan masa depan bangsa Indonesia.

 

Setelah itu, tampillah secara berurutan Cak Fulan yang membacakan geguritan, sebuah karya sastra jawa dalam bentuk puisi yang lepas dari kaidah aturan penulisan seperti layaknya tembang macapat. Kemudian Cak Joko,  akademisi UNAIR dengan kompetensi di bidang politik, Pak Suko Widodo dan Cak Rahmad Rudianto. Yang disebut terakhir adalah salah satu prominent people di balik terus terselenggaranya BBW. Kalau Cak Joko lebih mengkategorikan revolusi berdasarkan periodisasi, Cak Rahmad lebih mengajak audience untuk ikut dalam revolusi empati atas kerja keras panitia penyelenggara BBW dengan memberikan lebih banyak kontribusi.

 

Sesi lalu dilanjutkan dengan penjelasan Gus Luthfi mengenai makna revolusi dari pemahaman beliau berdasarkan ayat-ayat Qur'an dan mengacu pada perombakan total diri sendiri dengan tiga pilar utama yaitu: menomorsatukan Allah, ikhlas dan jujur.

 

Giliran Kartolo beserta permaisurinya Jeng Ngatini dan key note speaker BBW, Cak Nun!  Secara slengekan ala ludrukan, Kartolo menyajikan parikan-parikan yang relevan dengan kondisi terkini khususnya fenomena yang ditangkapnya di Surabaya dan sekitarnya. Penampilan Kartolo tak pelak lagi menambah atmosfir gayeng dan akrab menjadi semakin kental.

 

Berikutnya, Cak Suparto Wijaya angkat bicara dan mengingatkan kita semua untuk terus ikut mengawasi mekanisme pemerintahan dan pelaksanaan program-program pembangunan. Terlebih menyangkut keseimbangan lingkungan yang secara langsung maupun tidak terkena dampak dari proyek-proyek lokal maupun nasional.

 

Cak Nun sendiri dalam sesi "medhar sabdo"nya memuji ketahanan audience untuk tetap setia datang di BBW, mengikuti acara dari awal hingga akhir, tidak ada paido-maido, tidak mempermasalahkan pembatasan tempat duduk cowok-cewek dan itu semua--sebenarnya sudah layak disebut sebagai "revolusi". Namun pada saat yang sama, Cak Nun secara skeptis juga mempertanyakan: siapa sih diantara kita semua ini yang betul-betul menghendaki revolusi? Apakah para caleg-caleg yang sibuk mempromosikan dirinya? apakah para tokoh masyarakat yang pernah meneriakkan slogan reformasi?

 

Cak Nun juga meminta kita membedakan antara "revolution" dengan "revolt". Dua kata ini berdekatan letaknya di kamus dan bila tak dipahami dengan benar akan melahirkan pemahaman yang amburadul. Bila revolution berarti perubahan secara menyeluruh, revolt lebih menunjuk pada dinamika pemberontakan, perlawanan. Dan terhadap situasi sekarang ini, lebih dibutuhkan satu bentuk "revolution" yang secara teknis masih diperlukan pembahasan dan diskusi panjang tentangnya.

 

Acara diakhiri dengan lontaran do'a nan indah oleh Cak Nun dan Gus Luthfi yang sungguh luar biasa dalam menyampaikan permohonan secara hafal mati atas berbagai "majmuk".***

 

Rio NS

 

 

 

Comments
Add New Search RSS
Write comment
Name:
Email:
 
Website:
Title:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 
Please input the anti-spam code that you can read in the image.

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

 

The Silent Pilgrimage

Kalender

September 2010
S M T W T F S
29 30 31 1 2 3 4
5 6 7 8 9 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30 1 2

Agenda

Medi Abdullah

Statistics

Members : 2415
Content : 199
Web Links : 6
Content View Hits : 213122

Pengunjung Online

We have 30 guests online