Perahu Retak
Angin masih menderu-deru dengan suara dan kecepatan yang tak pernah terbayangkan. Mendung, gelap dan pekat, menggumpal-gumpal menari-nari menyesaki langit seolah berebut tempat menuju surga. Curahan deras hujan, seolah langit hendak menghabiskan seluruh keluh kesah dan sesak yang menyeruak. Tapi, bukan itu saja, samudera di bawahnya juga mengamuk hebat. Ombak bergulung-gulung saling mengejar satu sama lain, berteriak dengan deru yang nggegirisi. Benar, alam seolah sedang menumpahkan amarahnya.



















